
KUALA TUNGKAL - Suasana penuh ketegangan mewarnai ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang diikuti oleh utusan terbaik sekolah. Tim LCC Putra dan Putri MIN 1 Tanjung Jabung Barat memberikan penampilan yang luar biasa meski harus melewati drama poin yang menguras emosi hingga detik terakhir.

Drama "Sudden Death" Tim Putra
Tim LCC Putra yang digawangi oleh Isa Kelas 2 Hambali, Patra Sena dari Kelas 6 Sultan Thaha Saifuddin, dan Arya Bima Kelas 6 KH. Daud Arif, sebenarnya sempat mendominasi jalannya pertandingan. Dengan kecerdasan dan kecepatan menekan bel, mereka sempat unggul telak 100 poin di atas rival-rivalnya.
Namun, dinamika sesi soal rebutan mengubah keadaan. Akibat jawaban yang kurang tepat pada soal krusial, tim harus menerima pengurangan 100 poin yang membuat skor mereka menjadi imbang dengan Regu D. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan (sudden death). Dalam sesi penentuan tersebut, Isa dan kawan-kawan harus berlapang dada mengakui keunggulan lawan setelah pertarungan yang sangat sengit hingga akhir laga.

"Comeback" Gemilang Tim Putri
Di sisi lain, Tim LCC Putri yang diperkuat oleh Nadhifa Kelas 6 Sultan Thaha Saifuddin, Alifa Kelas 4 Ibnu Hajar, dan Ara Kelas 6 KH. Daud Arif menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang memukau penonton. Sempat tertinggal di awal kompetisi dengan raihan 200 poin, mereka melakukan aksi mengejar yang luar biasa. Melalui kerja sama tim yang solid, Nadhifa, Alifa, dan Ara berhasil menggandakan poin hingga mencapai skor 400, menyamai poin dari dua regu lainnya. Meski Regu B akhirnya mengamankan posisi puncak dengan skor 600, kegigihan tim putri MIN 1 Tanjab Barat untuk bangkit dari ketertinggalan mendapat apresiasi luas dari para hadirin.
Apresiasi untuk Para Siswa
Meski kemenangan belum berpihak di babak tambahan, penampilan kedua tim ini membuktikan bahwa siswa-siswi MIN 1 Tanjung Jabung Barat memiliki kualitas akademik dan keberanian yang tinggi. Pengalaman berkompetisi di level setinggi ini akan menjadi guru terbaik bagi masa depan mereka. "Kekalahan di babak tambahan bukan berarti gagal, tapi menunjukkan bahwa kita mampu bersaing hingga titik terakhir. Ini adalah pelajaran berharga tentang ketenangan dan strategi," ujar Yeni salah satu Guru Pendamping dari MIN 1 Tanjung Jabung Barat. (Shf)
|
49x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...